Solo Travelling Semarang

Jalan – jalan sendirian atau biasa juga sering disebut solo traveling. kalimat itu asing banget buat saya yang biasanya jalan-jalan itu selalu ramean. Disaat itu di minggu ke 2 bulan Maret sekitar tanggal 11 maret 2019, saya lagi penat banget dan butuh suatu kesegaran jiwa. Jalan – jalan dengan kerabat atau keluarga tidak memungkinkan saat itu karena jadwal teman-teman banyak yang gak bisa ūüôĀ . Akhirnya, Keputusan pun diambil dan saya akan jalan sendirian di minggu itu dan akan rencana pergi di tanggal 15 Maret 2019 setelah saya pulang kantor di hari jumat sore nya.¬† Saya langsung¬†browsing banyak hal tentang solo traveling¬†ini. Bingung juga mau jalan kemana ya?liat tiket kereta api di traveloka dan ticket.com ke beberapa destinasi wisata kota yang memungkinkan hari jumat malam berangkat dan minggu sore pulang. Dengan pergumulan yang panjang akhirnya memutuskan untuk pergi ke Semarang.¬†Jalan-jalan sendirian di Semarang belum pernah dan saya juga gak tau mau kemana. Setelah pesan tiket kereta di traveloka saya pergi hari jumat malam setelah pulang kantor langsung cus ke stasiun Senen. Pergi sendirian tanpa persiapan apa-apa dan gak tau destinasi wisata mau kemana. Panduan ku hanya pakai google maps dan browsing mbah google.¬†

Saya berangkat dari  stasiun Senen pukul 20.30 wib tgl 15 Maret 2019 dan  tiba di stasiun Tawang Semarang  pukul 03.28 WITA tanggal 16 Maret 2019 . Wow, amazing.. untuk penginapannya saya sudah pesan penginapan di Semarang lewat traveloka. Jarak penginapannya juga tidak jauh dari stasiun Tawang. Kota Semarang itu tidak jauh berbeda dengan kota Jakarta. Sendirian dan sudah subuh juga di Semarang saya bingung mau ke penginapan pakai transportasi apa. Dari hasil saya searching solo travelling di google, akhirnya saya menggunakan transportasi ojek online. Bersyukurnya, ojek online banyak di Semarang dari mulai Grab, Gojek, dll. Dengan aplikasi ojek online yang sudah saya instal mengantarkan saya menuju penginapan.

Setibanya saya di penginapan, saya terkejut melihat penginapannya tidak seperti yang saya bayangkan di foto yang ada di traveloka. Hati saya koq ragu ya, ini tempatnya aman atau tidak kah?saya tidak tau. Saya mau masuk kedalam penginapannya tapi koq tidak ada yang membuka pintunya dan saya sudah menghubungi by whatsapp tapi lama dijawabnya akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke kota lama di Semarang pakai ojek online lagi hingga pagi baru saya kembali ke penginapan. Saya berpikir tidak baik sendirian menunggu didepan penginapan dan kondisinya juga sepi di tempat itu jadi untuk menjaga diri saya pergi ke kota lama sendirian dengan ojek online.

Dalam perjalanan itu saya bertemu dengan abang ojek online nya yang baik. Beliau pak Dewa yang antarin saya muter-muter kota lama dan mampir ke Gereja Bleduk. Saya minta diantarin ke tempat yang bagus didaerah sana sampai jam 6 pagi kami muter-muter dari jam 4 subuh. Lalu, saya kembali ke penginapan. Dalam perjalanan itu, saya bercerita banyak dengan pak Dewa dan diskusi banyak hal dengan beliau. Pak Dewa banyak ngasih pandangan yang berbeda ke saya.

Lalu, sore hari nya, saya melanjutkan pergi ke destinasi wisata lainnya di Semarang. Salah satunya saya pergi ke Mesjid Agung  dan Mesjid Agung merupakan salah satu destinasi wisata favorite di Semarang. Mesjid Agung memiliki desain bangunan yang artristik yang megah dan menawan.  Mesjid Agung dibangun pada tahun 2001  dan selesai pembangunannya pada tahun 2006. Mesjid Agung  memiliki sebuah Al-Quran raksasa hasil karya dari  H. Hayatuddin yang merupakan penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-Quran dari Wonosobo, Jawa Tengah. Masjid ini pun memiliki beduk raksasa yang merupakan persembahan dari para santri pesantren Al Falah Banyumas, Jawa Tengah. Di Mesjid Agung tersebut terdapat Menara Al-Husna. Di menara ini, kita bisa melihat dan menyaksikan kota Semarang keseluruhannya. Lokasi ini dekat dengan Mesjid Agung, membeli tiket masuknya seharga 5 ribu rupiah saja dan diatas kita bisa menyaksikan kota Semarang dengan menggunakan teropong yang disediakan. Untuk menggunakan teropong tersebut kita harus menukar uang kita dengan uang logam yang disediakan petugasnya. Kita, masukan 3 coin uang logam tersebut ke teropongnya dan kita bisa melihat kota Semarang selama 15 menit. 

Mesjid Agung dari Menara AL-HUSNA

Menara AL-HUSNA
Kota Semarang dari menara AL-HUSNA

Malam harinya setelah dari Mesjid Agung, Saya lanjut pergi ke Goa Maria di Semarang, tepatnya di Ambarawa.  Goa Maria merupakan tempat doa dan ibadah bagi umat katolik dan tempat wisata religi.  Tapi tempat ini dapat dikunjungin bukan hanya untuk katolik saja tapi banyak dari berbagai latarbelakang agama yang bukan katolik pun sering berkunjung juga ke tempat ini . Saya bukan beragama katolik tapi saya niat datang ketempat ini karena saya memang butuh satu tempat untuk saya healing, meditasi dari kepenatan saya selama ini dan ada doa pribadi yang jadi pergumulan saya beberapa minggu lalu.  Tempat ini juga mempunyai cerita khusus dari abang ojek yang mengantar saya ke tempat ini. Nama abang ojeknya itu Mas Jimmy dan mas Jimmy memiliki satu cerita spritual dari Ayahnya saat berdoa di Goa Maria dan oleh karena hal itu pun saya tertarik juga untuk mengunjungi tempat religi ini. Perjalanan kami mulai dari jam 7 malam dari Mesjid Agung dan sampai di Ambarawa nya sekitar pukul 20.30 WITA. Suhu udaranya dalam perjalanan ke Ambarawa sangat dingin sekali, benar-benar dingin, diwajibkan untuk menggunakan jaket dan kaos kaki agar tidak masuk angin.

Perjalanan ke Ambarawa cukup jauh dari Mesjid Agung. Lalu, kami tiba di Ambarawa dan langsung menuju ke Patung Santa Maria yang tinggi. Disana juga terdapat toko-toko souvenir yang menjual aksesoris seperti kalung rosario, lilin-lilin, dan doa-doa katolik. Lalu, saya menuju ke GOA MARIA nya, disana banyak orang-orang datang untuk doa. Tempatnya itu hening sekali, tenang dan memang cocok sekali untuk doa. Saya pun berdoa disana, saya mengambil mata air yang dekat dengan GOA tersebut dan membasuh wajah saya dengan air tersebut, lalu sayapun doa. Setelah saya selesai doa, saya menyusuri tempat tersebut,dimana disana ada lukisan-lukisan jalan salib disekitarannya. Saya  mulai turun dan memulai tangga demi tangga dimana ada 14 tahap jalan salib Tuhan Yesus Kristus. Berhubung saya bukan katolik, saya hanya mengambil / foto gambar lukisan-lukisan tersebut tanpa mengikuti proses jalan salibnya. Kami di Goa Maria sampai pukul 22.30 WITA dan segera pulang ke penginapan.

Halaman depan Gereja
Didepan patung SANTA MARIA

Kami pulang, dalam perjalanan pulang nya, kami mengambil jalan akses tercepat karena sudah malam juga. Untuk menuju ke penginapan saya yang pertama tidak memungkinkan menuju kesana karena sudah malam dan lokasinya cukup menyeramkan, jadi saya memutuskan untuk minta mas Jimmy cari penginapan yang lainnya disekitaran kota Semarang saja yang harganya terjangkau untuk kantong saya. hehehe. Akhirnya, terpilihlah Penginapannya yang murah dan nyaman. Nama penginapannya sleep & sleep capsule Semarang,  lokasinya strategis dan gak jauh dari Stasiun Tawang. Harganya juga murah, satu malam itu ada yang 45 ribu rupiah atau 50 ribu rupiah. Penginapannya bagus, aman dan nyaman. Kamar mandinya juga bersih dan wangi.  Untuk penitipan barang ada lokernya dan untuk selimut tidak disediakan jadi harus menyewa selimut dan bantal.  Harga Sewanya itu berdasarkan letak tempat tidurnya, untuk tempat tidur yang dibawa harganya itu 50 ribu rupiah per malam dan untuk yang diatas harganya itu 45 ribu rupiahh per malam. Sayapun memilih tempat tidur yang dibawah seharga 50 ribu rupiah per malam karena lebih mudah saya akses ke kamar mandi dan keluar nya. Untuk pemesanan kamarnya bisa melalui traveloka ataupun langsung ditempat, caranya menyerahkan KTP dan isi formulir pemesanannya. Berhubung saat itu saya lupa bawa KTP jadi saya hanya menggunakan kartu identitas yang ada yaitu kartu mahasiswa saya aja dan saya dikenakan biaya tambahan sebesar 75 ribu rupiah karena saya tidak membawa KTP. Setelah check out uang jaminan tersebut dikembalikan koq.  

Lokasinya di Jl. Imam Bonjol No.15-17, Dadapsari, Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah 50173
Nah ini lokernya utk penitipan barang
ini kondisi kamarnya
Ini tempat tidurnya
Nah, ini kamar mandinya

Hari minggunya tanggal 17 Maret 2019 dengan keberangkartan dari Stasiun Poncol pukul 18.51 WITA  saya persiapan untuk pulang ke Jakarta tapi sebelum pulang saya berencana mau ke ibadah dulu siang nya dan  sore nya melipir ke lawang sewu. Saya ibadah di gereja di Kota Semarang nya .  Sehabis dari Gereja saya menuju ke Lawang Sewu, kondisi jalan macet banget sore harinya karena ada acara HUT Kota Semarang tapi bersyukurnya kita bisa tepat waktu ke lawang sewunya. heheh

 Lawang sewu artinya seribu pintu, walaupun sebenarnya pintunya tidak berjumlah seribu. Bangunan ini merupakan peninggalan kolonial Belanda dan dibangun pada tahun 1904-1907. Bangunan ini merupakan kantor perusahaan kereta api regional wilayah Jawa Tengah yang dikelola Belanda.  Tempat ini banyak spot-spot  yang bagus dan cocok untuk foto-foto, harga tiket masuknya juga murah juga loh.. heheh kalau penasaran coba deh telusuri seluruh pintunya, dan ada satu lantai yang tidak boleh dimasukin pengunjung loh. Area terlarang loh itu di lantai 2, jadi kalau pun mau masuk gak  akan diijinin petugasnya. 

Harga tiket masuk 

Sehabis dari lawang sewu, sore harinya sekitar jam 5 saya persiapan pulang ke Jakarta, saya segera menuju Stasiun Semarang Poncol. Jadwal Kereta saya dari Stasiun Semarang Poncol  pukul 18.51 WITA jadi saya harus sudah ada di stasiun Poncol jam 6 sore paling lambat. Dalam perjalanan pulang di kereta saya belum sempat untuk makan malam heheh akhirnya sekitar jam 10 malam saya beli pop mie di dalam keretanya dan harganya 10 ribuan, lumayan mahal sih daripada harga pop mie di luar kereta. Akhirnya,tibalah saya di Jakarta  Pukul 03.00 WIB  Stasiun Senen dan saya nginap sementara sampai jam 6 pagi di tempat teman saya. Perjalanan yang melelahkan namun berkesan buat saya pribadi. 

Perjalanan sendirian itu tidak semenakutkan yang dibayangkan orang-orang, dalam perjalan sendiri ini orang tua saya berkali-kali hubungin saya dan menanyakan kabar saya. Jujur saja, saya tidak memberitahukan beliau kalau saya pergi ke Semarang itu sendirian tanpa siapa pun teman saya. heheh nekat travel sih tapi disini tantangannya untuk diri saya pribadi. Saya bertemu dengan orang-orang baik selama saya di Semarang, dari mulai abang ojek online nya, ibu penjual di warung nasi, satpam dan lainnya. Puji Tuhan, saya selalu aman dalam perjalanan karena selama perjalanan saya berdoa dan bersikap sopan dan santun, dan ramah ke semua orang tetap juga waspada. Perjalanan sendirian  ini tujuannya pribadi untuk saya healing dan menjauh dari keramaian. Ketempat-tempat religi di Semarang saya  kunjungin. Yang paling berkesan adalah saat saya doa di Goa Maria Ambarawa. Disitu saya mengalami satu jalan spiritual, hati saya tenang dan damai saat disana. Saya semakin bijak dan dewasa dalam menghadapi keputusan setelah saya doa di Goa Maria itu. 

Tempat doa nya GOA MARIA

Solo travelling ini menarik dan menyenangkan buat saya. Teman-teman yang baca blog ini yang suka jalan-jalan coba deh sekali-kali ngerasain jalan sendirian tanpa siapa pun, maka berasa banget jalan-jalannya. Kamu bebas untuk menentukan destinasi wisata yang mau kunjungin dengan harga sesuka kamu dan kamu bakal ngalamin satu perjalanan spiritual dan berbeda daripada perjalanan dengan banyak orang. Pembentukan jati diri dan mengalami hal-hal yang luarbiasa ngasih dampak berharga ke kamu. Latarbelakang budaya setempat yang berbeda dengan tempat kamu tinggal, cara bertutur kata dengan masyarakat setempat yang berbeda dengan cara kamu berbicara di tempat tinggal kamu dan banyak hal lainnya yang wajib kamu rasain sendiri bagaimana rasanya jalan sendirian ke kota orang dimana kamu gak ada kerabat atau teman satu pun disana. Pembentukan karakter mu saat itu dikemudian harinya. Kamu gak bakalan nyesel deh jalan-jalan sendirian, pasti kamu bakalan pergi lagi sendirian ke tempat lainnya dimanapun dan jangan lupa persiapan dibawa ya dan tidak berlebihan supaya tidak berat. Ini lah serunya solo travelling yang bikin kamu ketagihan nanti. hahhah

Sampai jumpa di perjalanan sendirian selanjutnya. ūüôā¬†

Leave a Reply