Pendakian panjang Lawu 3.265 MDPL Ceto

Entah ada angin apa saya tiba-tiba liat ada notifikasi dari grup kubbu Backpacker Jakarta info trip perjalanan di bulan Juli 2019, teman saya share info trip dan salah satunya ada trip ke Gunung Lawu untuk perjalanan di Bulan November 2019. Tanpa banyak berpikir panjang akhirnya saya memutuskan untuk ikut trip ke Gunung Lawu dari tanggal 01 Nov – 03 Nov 2019.

Gunung Lawu terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Puncak tertinggi gunung Lawu (Puncak Argo Dumilah) berada pada ketingggian 3.265 MDPL. Gunung Lawu merupakan salah satu gunung yang masuk jajaran The Seven Summits of Java (Tujuh Puncak Tertinggi Pulau Jawa). Selain keindahan alamnya, Gunung Lawu memiliki kisah-kisah mistisnya. Tapi, saya tidak menghiraukan sama sekali dengan hal-hal mistis yang saya dengar. Saya tetap dengan keyakinan bulat, ini tantangan yang harus saya lakukan dengan ketinggian 3000 kaki lebih dan ini pendakian saya yang ke 2. Saya mau mencoba mengalahkan semua ketidak percayadirian saya selama ini dan rasa takut. Dengan semangat dan berdoa, saya bisa melakukan tantangan ini dengan baik. Selain persiapan fisik selama 1 bulan lebih, saya mempersiapkan teknis lainnya. Mulai dari menyiapkan sleeping bag, matras, tiket kereta pulang pergi sudah jauh-jauh hari saya beli  untuk jadwal rencana pendakian kami pada tanggal 01 November 2019 – 03 November 2019.

Persiapan fisik pun sudah dilakukan, tiket kereta sudah aman namun ada satu hal yang kurang dimana saya tidak mencari tau seputar  informasi tentang Gunung Lawu. Tiba-tiba di akhir bulan Oktober 2019, teman di grup pendakian saya mengabarkan bahwa hutan Gung Lawu mengalami kebakaran. Beberapa wilayah pendakian pun ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Kami yang sudah berencana akan pergi di tanggal 01 November  sampai dengan 03 November 2019, mulai agak ragu apakah pendakian di tanggal 01 – 03 Nov 2019 akan tetap terlaksana atau tidaknya. Teman-teman yang di grup kami juga banyak yang mulai berpedandapat tidak akan pergi dan ada yang sebagian juga mau berangkat dengan pilihan destinasi yang lain. Tiket kereta sudah dibeli dan cuti kerja juga sudah diambil sebagian teman-teman. Pembicaraan pun dilakukan dan terjadi diskusi  cp  nya bang Rokhan, bang Martha dan beberapa teman yang lainnya. Sampai akhirnya keputusan yang dibuat oleh bang Rokhan dan bang Martha pun di publish   ke teman-teman peserta di grup.  Hasil keputusannya ada 2 pilihan dimana pilihan pertama peserta tetap pergi di tanggal 01 – 03 Nov 2019 dengan ganti destinasi pendakian jika sampai tanggal 01 – 03 wilayah pendakian tidak juga dibuka karena kebakaran tersebut dengan tambahan biaya lagi dan pilihan ke 2 tidak jadi pergi di tanggal 01 nov – o3 nov 19 diganti ke waktu lainnya.   Saya pun memilih pilihan pertama, saya sudah membeli tiket keretanya dan persiapan juga sudah dilakuan, cuti kerjaan saya juga sudah saya ambil jadi saya memutuskan untuk pergi di tanggal 01 Nov – 03 Nov 2019 walaupun beda destinasi resiko terberatnya tidak jadi masalah.  Akhirnya, peserta yang siap berangkat tanggal 01 Nov – 03 Nov 2019 berjumlah 8 orang ditambah 4 back up + cp nya. List Perlengkapan yang akan dibawa juga sudah mulai disiapkan dan tanggung jawab nya siapa. Saya tidak jarang sekali mendaki Gunung dan saya pun tidak ikut list perlengkapan. Perlengkapan yang harus dibawa seperti fly sheet, nesting, pisau, kompor kecil, gas portable,  tenda, lampu. Adapun selain perlengkapan teknis tersebut, kami juga mempersiapkan logistiknya mulai membagi tugas membawa makanan-makanan yang apa yang kami olah di gunung nanti. Saya sendiri, membawa makanan instan yang mudah diolah, seperti spagheti dan saos. Teman-teman yang lainnya membawa minyak, mentega, sayur-sayur untuk olahan sayur sop, teri, jengkol, sambal, kopi, teh dan lainnya.

Selama mempersiapkan kebutuhan dan perlengkapan di Lawu, kami pun masih terus mencari kabar apakah wilayan pendakian sudah bisa dibuka atau belumnya. Apapun yang terjadi, destinasi perubahan sudah siap diganti. Tanggal 01 Nov  2019 kami siap untuk berangkat. Pemberhentian kami di stasiun Solo Jebres sekitar pukul 2 subuh waktu wilayah tengah. Kami  tiba-tiba dapat informasi sekitar jam 2 siang ternyata wilayah pendakian dibuka. Wow, rasanya senang Lawu dibuka dan sudah aman untuk dilalui pendakian. Pendakian kali ini dapat berjalan juga sesuai dengan tanggal yang sudah direncanakan di awalnya. Kami pun mulai awal pendakian dari Candi Ceto, jalur pendakian ini berada di sisi barat laut Gunung Lawu tepatnya di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Turunnya kami lewat jalur Cemoro Sewu, wilayah ini terletak di jalan antara kabupaten Karanganyar dan Magetan tepatnya di jalan dari Tawangmangu menuju Sarangan.

Pendakian Via Ceto
Depan Candi Ceto

Perjalanan pendakian kali ini merupakan pendakian ke – 2 yang saya sebelumnya pendakian ke Gunung Gede. Pendakian ini dilalui menelusuri 5 pos – pos dan perjalanan via Ceto ini cukup panjang dan melelahkan. Persiapan fisik memang sangat diperlukan banget. Jalur-jalur yang dilalui di setiap pos-pos nya juga memiliki banyak pemandangan yang indah salah satunya ada teman-teman yang sudah pernah dan dia cerita, ada pemandangan savana yang keren banget loh. Ternyata saat perjalanan melalui pos-pos itu tiba-tiba huja lebat, jalanan pun licin dan kita sangat berhati-hati. Tak lupa, sebelum berangkat melalui gerbang Ceto itu, teman kami sudah mengingatkan untuk membeli dan membawa jas hujan. Saya lupa bawa jas hujan dan saya disuruh abang Budi , “bek, beli itu jas huja di warung sana” , hehhe saya lupa bawa jas hujan. Memang benar-benar hujan ternyata disana, hhahaha. Pendakian menanjak tapi tracking gak terlalu securam dan gak terlalu banyak batu yang tajam tapi tanjakan terus setiap pos ke pos yang satunya. Pos 1 ini di ketinggian 1.600 MDPL, lumayan untuk kami bersitirahat selama 10 menit sebelum perjalanan kami lanjutkan ke pos 2.

Tiba di Pos 1

Akhirnya kami tiba di pos 2, pos 2 ini di ketinggian 2.250 MDPL. Kami istirahat sampai agak reda hujannya untuk makan siang dan kami istirahat sekitar 20 menit sebelum kami melanjutkan perjalanan kami ke pos 3.

Ini lah pos 2

Lalu perjalanan sambil hujan rintik-rintik pun tetap kami lakukan untuk mengejar pos selanjutnya agar tidak terlalu malam di pos 4 nantinya. Perjalanan dari pos 2 ke pos 3 ini cukup panjang dan lama, menurut saya.  Bersyukurnya menuju pos 3 ada sebuah mata air yang jernih banget. Pos ini di ketinggian 2.250 MDPL, kaki saya pun agak sakit di betisnya. Kami mengisi air di mata air itu penuh semua botol nya dan kami istirahat selama 30 menit.

Mata air pos 3

Untuk mengejar pos 4 tidak terlalu malam, maka kami pun mengejar dengan semangat menuju pos 4.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply