Diam tak berkata

Diam tidak selamanya tidak tahu apapun.

Diam mengamati apa yang dirasakan dan terjadi didepan mata ini.

Diam membuatku lebih bijak.

Diam membuatku dapat berpikir dengan tenang.

Diam membuatku dapat melihat solusi nya

Diam membuat ku meredam emosi yang meninggi.

Diam membuat ku utk tidak menyakiti orang lain dengan kata kalimat dari mulut ku.

Diam membuat ku bisa lebih sabar menghadapi cacian, hinaan, dan sindiran orang-orang.

Diam bukan brarti boodoh.

Diam hanya dapat menahan emosi perlawanan akan sebuah hinaan, remehan, dikucilkan.

Diam bisa membuat lebih matang dalam megambil keputusan.

Melawan atau tidak.

Menambah teman atau menambah musuh.

Ketika masalah itu terjadi.. lebih baik diam daripada mengumbar emosi dalam tulisan di media sosial.

Orang lain hanya penasaran.. orang lain tidak peduli dengan msalah mu. Orang lain hnya ingin tau dengan masalah mu tanpa memberikan solusi dan merasakan yng kamu alami.

Lebih baik diam sejenak.. menghirup udara nafas disesaknya dunia ini.

Memang menulis status di media sosial bisa mlepaskan penat tapi itu salah.

Diam lah dan berdoa lah.

Aku terdiam dalam hening malam.

Merasakan semua yang terjadi.

Melihat jarum jam dinding berputar tiap detiknya, merasakan perputaran jarum jamnya.

Menghirup udara dalam ruang yang hampa, penuh dengan benda mati.

Memori di otak ini pun ikut berputar, mengingat kenangan dan masalah yang telah terlewati bahkan masih terjadi.

Diam dan tersungkur ku dihadapan SANG MAHA KUASA.

Terucap satu kata syukur pada NYa.

Terimakasih atas nikmatnya kenangan dan masalah selama ini, Engkau ijinkan terjadi pada ku.

Terimakasih atas diam saat ini pada ku.

Aku sangat bersyukur pada MU yang memberikan ku dan membuat ku merasakan semua hal yang terjadi ini.

Baik itu rintihan, tangisan, kebahagian semua Engkau ijinkan aku merasakannya.

Aku sangat terimakasih pada MU TUHAN SANG MAHA PENCIPTA.

Beteriak dalam diam ku  pada MU.

Diam ku berkata Ya ini Aku Tuhan.

Terimakasih yang sangat dalam dari hati ini. Engkau sangat baik pada ku.

 

Diamlah pada saat tertentu dan berbicara pada waktu yang tepat.

 

 

Leave a Reply